Saturday, December 15, 2012

Renungan

Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Wahai Rasulullah, Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jelaskanlah kepadaku firman Subhanahu wa Ta’ala tentang bidadari-bidadari yang bermata jelita.” (QS. Ad-Dukhan: 54) Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”

Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “Laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Al-Waqi’ah: 23) Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.” Aku berkata lagi, “ Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, “Di dalam surga- surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70) Beliau menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku firman Allah, “Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash-Shaffat: 49) Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”

Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, Penuh cinta lagi sebaya umurnya” (Al-Waqi’ah: 37) Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya .”

Aku bertanya, “ Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari
yang bermata jeli ” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Aku bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya diwajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata,“Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaqnya paling bagus, lalu dia berkata, “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaqnya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya”. Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”


copas ; syajarah thayyibah :)

Monday, June 25, 2012

Pemulih kesendirian

Disaat semua lenyap.. Kau datang.. 
Dengan sebuah harapan, kau mencoba melukis anganku.. Mewarnai mimpi..
Mengisi pikiran dan kesedihanku..

Kau menampar kelemahanku dengan sifatmu.. 
Membuatku yang terjatuh, kini mulai merasakan bangkit kembali..

Aku menikmati kedatanganmu..
Perlahan.. Kau membuat warna berbeda dalam hidupku..
Tangis terasa indah.. Tawa terasa sempurna..

Kau bukanlah bintang atau rembulan saat malam.. 
Bukan pula angin sejuk kala pagi menjelang..
Kau berbeda.. Membuat aku takut namun aku menyukainya..

Kau adalah pengobat risauku.. Pemulih kesendirianku..

Ntah sampai kapan kau mampu mengisi kelamnya langkahku..
Aku tak pernah perduli..

Karna yang terpenting saat ini adalah aku memilikimu..
Menikmati masa-masa indah saat bersamamu..
Tak pernah perduli saat nanti.. 
Karna saat ini kau masih bersamaku..


Wednesday, April 11, 2012

sebuah cerita bahagia

Kau terlihat indah.. Dalam selimut jenuh yg melanda..
Mengikis sepi, membawa ceria bahagia dalam hati..

Aq tak pernah berhayal untuk memilikimu.. Karna kau selalu bilang bahwa kau slalu ada dihatiku..

Tetaplah tersenyum manis untukku..

Karna dengan begitu, kau mampu menghilangkan dahaga rindu akan dirimu.. Memeluk bayangmu yg tak pernah jauh..

Kau bahagiaku, mengadulah bila kau merindukanku.. Karna aq terlalu polos untuk mengerti perasaanmu.. Dan itu adalah kelemahanku..

Tetaplah menjadi pemanis dalam hidupku.. Berbagi canda tawa.. Mengadu sedih.. Bersama sama membangun semangat..

Ingat aq.. Karna aq berharap tak akan pernah melepasmu dari angan dan hatiku.. Walau kau lupa akan diriku sekalipun.. aq akan tetap disini..

Menunggu senyum darimu..... :)